DARI BROMO MENUJU IJEN


Sarapan sambil menikmati keindahan Gunung Batok & Bromo

TOUR BROMO DARI CEMORO LAWANG MENUJU IJEN



Setelah puas menikmati keindahan dari puncak Gunung Bromo, kami pun turun ke parkiran jeep dan kembali ke penginapan di Cemoro Lawang.  Hari masih pukul 9 lewat,akupun menyempatkan diri mandi dengan air Cemoro Lawang yang dingin segar, supaya tubuh yang mulai beraroma asam ini kembali harum dan terasa segar.  Selanjutnya adalah rutinitas packing, dan menuju resto penginapan untuk sarapan bersama.


KE IJEN VIA PROBOLINGGO

Pukul 10 elf yang akan membawa kami ke destinasi selanjutnyasudah siap.  Setelah sarapan, kami pun segera check-out, dan memulai lagi perjalanan dari Bromo ke Ijen via Probolinggo.


Perkebunan sayur mendominasi awal perjalanan kami turun dari Cemoro Lawang

Pantai, dan Sawah dengan latar gunung 

 Pembangkit Listrik Paiton


Pintu Gerbang Selamat Datang di Situbondo



TAHU GORENG & IKAN BAKAR LEZAT DI DAERAH PASIR PUTIH

Memasuki wilayah Pasir Pasir, Situbondo, perut kami lapar.  Kami pun mampir ke salah satu warung makan untuk mengganjal perut. Sesuai nama daerahnya "Pasir Putih", wilayah itu berupa pantai, terletak di sebelah kiri jalan kalau kita dari arah Bromo. Sambil menunggu pesanan, kami gunakan waktu untuk menikmati keindahan pantai di sore hari, dari arah belakang warung yang juga memiliki penginapan itu.



Tahu goreng dan Ikan Mas Bakarnya yahud, benar-benar Mak Nyus ! 


Teman-teman bule pun sampai nambah karena tahu goreng sambal petis nya bener-bener lezatos 



MELEWATI TUGU PERINGATAN 1000 KM JALAN ANYER - PANARUKAN

Setelah melewati Tugu Peringatan "1000 km Anyer - Panarukan", elf yang mengantar kami berbelok ke kiri.  Kini kami melewati kebun tebu, perkampungan penduduk, hutan jati, hutan pinus.  Sinar mentari nampak redup menerobos jajaran batang-batang pinus yang berdiri kokoh di sepanjang jalan, memberikan hawa dingin segar bagi sekitar.

Sampai di gerbang Selamat Datang di Kecamatan Sempol sudah pukul 5 sore lewat, pemandangan berganti dengan perkebunan kopi yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara XII.  Karena melewati Wilayah mereka, setiap mobil yang lewat harus melewati Pos Pemeriksaan, total ada 3 pos.

Yang menarik ketika memasuki komplek rumah pegawai perkebunan, adalah bagaimana mereka menata hunian mereka: setiap rumah memiliki kebun sayur organik.  Hal tersebut difasilitasi oleh Serikat Pekerja PTPN XII, dan setiap panen sayur, hasil panenan dikumpulkan, dan kemudian baru dibagi bersama.

MENGINAP DI CATIMOR



Sekitar 10 menit selepas pos ke-3 kami pun sampai ke Catimor, penginapan bergaya oldies, sebab memang peninggalan jaman Belanda.


Check-in di Catimor Homestay

Setelah check-in dan rombongan sudah masuk ke kamar masing-masing, mandi, kami pun kembali ke ruang makan untuk menikmati makan malam.

Selanjutnya makan malam 


Perjalanan selama sekitar 8 jam hari ini tidak terasa, sebab perjalanan terasa menyenangkan, dan tempat menginap kami malam ini begitu nyaman, dengan bangunan bergaya klasik, dan udaranya yang sejuk khas pegunungan.  

Setelah makan malam, kami pun ngobrol santai, sambil menikmati Kopi Hitam produksi PTPN. XII yang disajikan Catimor Homestay.  Lezatnya kopi arabika, kureguk dengan khusuk bersama kretek khas Indonesia, ternyata aromanya menarik 2 nona cantik asal Spanyol.  Kutawarkan mereka mencobanya, dan salah seorang dengan antusias menerima.

 Nona Cantik asal Spain ini sempat agak kaget dengan rasa Kretek Indonesia


Dan ya gitu deh ... dia rada kaget dengan rasa cengkeh kretek kita.  Tapi setidaknya itu bisa jadi tema obrolanku dengan kedua nona cantik itu .. Modus ! ha ha :)

Malam itu kusempatkan berendam di kolam kecil air hangat alami di Catimor Homestay, yang airnya diambil dari pemandian air hangat alami sejarak  hanya 5 menit jalan kaki dari Catimor.  Sebenarnya pengen langsung berendam di sumbernya sana, tapi karena minim penerangan jadi malas.  Cukup di kolam sebelah kamar saja :).

Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, waktunya merapat ke kasur-bantal, dan mere-charge stamina untuk besok pagi Mendaki ke Puncak Kawah Ijen.



Next
Previous