HAL – HAL SEDERHANA YANG BISA KITA LAKUKAN BAGI LINGKUNGAN HIDUP KITA


Laut, meliputi lebih dari 65% Permukaan Bumi.  Lingkungan yang mesti kita jaga

PEDULI LINGKUNGAN


Hal-hal sederhana bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi lingkungan kita, bahkan dari rumah, lewat kegiatan sehari-hari.  Bisa dong semua ikut ?

Apa saja itu ?

MENGHEMAT PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK


Meskipun terlihat sepele, menghemat listrik – apalagi jika menjadi gerakan massal -- dapat memberikan dampak yang besar terhadap penyelamatan lingkungan hidup.  Hal ini sangat relevan dengan kondisi di Indonesia, mengingat Indonesia masih merupakan negara yang kekurangan listrik, dan sekitar 80 persen sumber energi listrik kita masih mengandalkan energi berbahan fosil.  Padahal sebagaimana kita tahu, semakin tinggi penggunaan energi berbahan fosil, akan semakin menambah tingkat pemanasan global.  

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi listrik di rumah dan di kantor :

·         Memilih desain rumah ramah lingkungan, misalkan dengan banyak jendela dan pilihan jenis atap untuk membantu pencahayaan alami, dan lubang udara untuk menjaga kesejukan ruangan.  Dengan demikian, bisa mengurangi pemakaian energi listrik untuk lampu penerangan, AC, kipas angin.

·         Menggunakan lampu, dan alat elektronik seperti AC, Kulkas, Komputer, yang hemat energi.

·       Matikan alat-alat listrik dan elektronik saat tidak terpakai, misalkan lampu di siang hari, TV saat tidak ditonton, AC saat suhu sudah sejuk, serta cabut kabel power dari stop-kontak.


MENGHEMAT PEMAKAIAN AIR


Air termasuk unsur vital penyangga kehidupan, yang jumlah kuantitasnya di alam relatif tetap.  Sementara jumlah manusia yang hidup dan membutuhkan air semakin bertambah.  Hal ini masih diperparah dengan tercemarnya air permukaan, sehingga jumlah air yang layak konsumsi semakin sedikit, sehingga manusia beralih ke sumber air bawah tanah.

Meskipun Indonesia termasuk negara dengan sumber daya air yang relatif berlimpah, namun manajemen pengelolaan yang buruk akibat kesadaran lingkungan yang masih rendah, menjadikan manusia Indonesia jadi kesulitan mendapatkan air bersih.  Sungai, Danau, laut semua tercemar, sementara sumber air banyak yang diprivatisasi oleh perusahaan, dan kita berakhir jadi konsumen.

Oleh sebab itu 2 hal utama yang bisa kita lakukan di rumah dan di kantor adalah:

·         Menghemat penggunaan air bersih, sebagai bentuk syukur kita atas air bersih yang tersedia.

·         Mengurangi aktivitas yang mencemari sumber air, seperti mengotori sungai dengan sampah, dan lain-lain.

Selain itu, kitapun masih bisa membantu tanah menyerap kelebihan air hujan, misalnya dengan: membuat sumur resapan, biopori di pekarangan rumah dan kantor.


MELAKUKAN PENGHIJAUAN


Pepohonan merupakan tempat hidup dan mencari makan bagi banyak makhluk hidup, seperti serangga, burung, dan binatang melata.  Dengan menanam pohon, artinya kita membantu menjaga keseimbangan tersebut.  Pepohonan ukuran sedang mampu menyerap CO2 (karbondioksida), sekaligus menghasilkan oksigen rata-rata 0.5 kg perhari/batang.  Sementara kita manusia memerlukan oksigen untuk bernafas sebanyak 0,5 kg perhari/orang.  Pepohonan juga membantu tanah menyerap dan menyimpan kelebihan air hujan, menyimpannya dalam bentuk air tanah, dan menjadi tabungan di saat musim kemarau.

Beberapa pilihan jenis pohon untuk penghijauan lahan kering, antara lain: Pohon GayamBambu, -- keduanya merupakan tanaman pencipta mata air, dan Pohon Trembesi.  Sementara untuk lahan pantai, kita bisa menanam jenis mangrove dan cemara laut.


MENGURANGI PENGGUNAAN PLASTIK


Plastik merupakan bahan pengganti daun, yang dulunya sering kita gunakan sebagai pembungkus makanan.  Hampir setiap hari kita bersentuhan dengan plastik, mulai dari kantong kresek untuk belanja ke pasar dan supermarket, kemasan makanan (lemper, tempe mentah, dll), sendok makan, pipet/sedotan untuk minum, plastik klip pembungkus batuakik yang lagi tren, sampul buku, cover hp, dan masih banyak lagi.

Plastik lebih praktis dan tahan dibandingkan daun, masalahnya, sampah plastik membutuhkan waktu puluhan tahun, bahkan ratusan tahun, agar terurai.  Itupun hampir pasti masih menyisakan problem pencemaran lingkungan.  Tidak menggunakan plastik sama sekali mungkin mustahil, namun untuk mengurangi pemakaiannya, tidaklah mustahil, diantaranya :

·    Mengganti penggunaan bahan-bahan plastik, misalnya menggunakan tas kain sebagai ganti kantong kresek.  Tas kain dapat dipakai dan dicuci berulang kali, hal ini dapat mengurangi sampah plastik kresek.

·       Membawa bekal ke sekolah dan kantor ? bawa sendiri sendok non-plastik dari rumah, sehingga bisa dicuci dan dipakai kembali.

·      Menuang minuman kaleng / botol ke dalam gelas, untuk mengurangi penggunaan pipet atau sedotan.

MENGURANGI PEMAKAIAN KENDARAAN BERMOTOR


Alat transportasi cepat merupakan kebutuhan vital di era serba cepat ini, dan kendaraan bermotor menjadi pilihannya.  Masalahnya, kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber pencemaran udara, diperkirakan menghasilkan emisi karbon hingga 2 miliar pertahun (dan masih mungkin terus bertambah), yang memicu pemanasan global.
Hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon, antara lain:
·         Menggunakan transportasi umum,
·         Mengganti pemakaian kendaraan bermotor dengan non-motor, misalkan dengan bersepeda atau jalan kaki, untuk mencapai jarak yang relatif dekat.

MEMPRAKTEKAN 3 R (Reduce, Reuse, Recycle)

 

Kita manusia, hampir setiap hari memproduksi sampah, baik sampah organik maupun an-organik.  Sampah-sampah yang kita hasilkan itu menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, mulai dari pencemaran tanah, pencemaran air permukaan (sungai, danau, laut), polusi udara (jika sampah dibakar), hingga pemanasan global sebagai akibat terlepasnya gas-gas dalam proses pembusukan sampah organik.  Maka kita seharusnya merasa bertanggungjawab untuk mengurangi masalah sampah tersebut.  

Penerapan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) menjadi pilihan yang saat ini paling masuk akal untuk meminimalkan sampah. 

·      Reduce, atau mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, misalkan mengganti tas kresek plastik dengan tas kain, gunakan sapu tangan untuk mengurangi pemakaian tissue sekali pakai, dan untuk perokok berat, pilihlah rokok kretek yang konon merupakan obat, tanpa filter, dan gunakan filter khusus yang dapat dipakai berulang kali :)

·      Reuse, yakni dengan menggunakan kembali barang yang masih bisa dimanfaatkan, , misalnya bungkus rokok dibuat jadi asbak, kaleng minuman dan ember bekas bisa digunakan untuk pot tanaman, ban mobil digunakan untuk kursi taman, kemasan sachet bisa dikreasi menjadi tas, dompet dan barang-barang lainnya.  

·         Recycle atau melakukan daur ulang sampah organik, menjadi pupuk dan media tanam.


Demikian hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan setiap hari, baik di rumah maupun di kantor, untuk menjaga dan memulihkan kondisi lingkungan hidup kita.  Jangan sampai kita manusia kalah dengan kera di hutan, yang mampu hidup dan berkembang-biak tanpa merusak hutan.



Next
Previous